Senin, 25 Januari 2016

BAB 9.ILMU PENGETAHUAN,TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

BAB 9. ILMU PENGETAHUAN,TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
A.    ILMU PENETAHUAN
Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemology), di antaranya pandangan Aristoteles ,bahwa pengetahuan meruapakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.Menurut Decartes ilmu pengetahuan merupakan serba budi : oleh Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan bantin ; menurut Immanuel Kant pengetahuan merupakan antara budi dan pengalaman ; dan teori Phyroo mengatakan ,bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan .Dari  berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide,kenyataan,kegiatan akal-budi pengalaman,sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.  
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah.Bukan membahas tujuan ilmu, melainkan mendukung dalam mencapai tujuan ilmu itu sendiri, sehingga benar-benar objektif , terlepas dari prasangka pribadi yang bersifat subjektif.Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi 4 hal :
1.      Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmu yang objektif.
2.      Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya di dukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis.
3.      Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
4.      Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori , maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian , namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

B.     TEKNOLOGI

Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengadung pengertian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber,tanah,modal,tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Rasionalitas,artinya tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
b.      Artifisialitas , artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c.       Otomatisme , artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis.Demikian pula dengan teknik mampu mengelimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi.
d.      Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
e.       Monisme, artinya semua teknik bersatu , saling berinteraksi dan saling bergantung
f.       Universalisme , artinya teknik melampaui batas –batas kebudayaan dan ediologi,bahkan dapat menguasai kebudayaan.
g.      Otonomi , artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi tepat guna sering tidak berdaya menghadapi teknologi barat,yang sering masuk dengan ditunggangi oleh segelintir orang atau kelompok yang bermodal besar.Ciri-ciri teknologi barat tersebut adalah :
1.      Serba intensif dalam segala hal,seperti modal, organisasi , tenaga kerja dan lain-lain,sehingga lebih akrab dengan kaum elit dari pada dengan buruh itu sendiri.
2.      Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan.
3.      Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah : menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam.

C.     ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN NILAI
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering diakaitkan dengan nilai atau moral.Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan,yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknolgi.Ilmu adalah diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah atau epistemology.Jadi,epistemology merupakan pembahasan bagaimana mendapatkan pengetahuan.Epistemologi ilmu terjamin dalam kegiatan metode ilmiah.Metode ilmiah adalah kegiatan menyusun tubuh pengetahuan yang bersifat logis,penjabaran hipotesis dengan deduksi dan verifikasi atau menguji kebenarnya secara factual; sehingga kegiatannya disingkat menjadi logis-hipotesis-verifikasi atau deduksi-hipotesis-verifikasi.Sedangkan pengetahuan adalah pikiran atau pemahaman di luar atau tanpa kegiatan metode ilmiah,sifatnya dapat dogmatis ,banyak spekulasi dan tidak berpijak pada kenyataan empiris.Sumber pengetahuan dapat berupa hasil pengalaman berdasarkan akan sehat (common sense) yang disertai mencoba-coba, intuisi (pengetahuan yang diperoleh tanpa penbalaran) dan wahyu (merupakan pengetahuan yang di berikan tuhan kepada para nabi atau utusannya).


D.    KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa,sebagai inspirasi dasar dan perjuangan akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Atas dasar ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah gasris kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut ;
a.       Tidak memiliki factor produksi sendiri seperti tanah,modal,keterampilan.
b.      Tidak memiliki kemingkinan untuk memperoleh asset produksi degan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
c.       Tingkat pendidikan mereka rendah,tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan.
d.      Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas self employed berusaha apa saja.
e.       Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.
Kalau kita menganut teori fungsional dari statifikasi (tokohnya davis) maka kemiskinan pun memiliki sejumlah fungsi yaitu :
a.       Fungsi ekonomi : penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas (masyarakat pemulung)
b.      Fungsi sosial : menimbulkan altruism (kebaikan spontan) dan perasaan,sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya,sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang munculnya badan amal.
c.       Fungsi kultural : sumber inspirasi kebajaksaan tennokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesame manusia.
d.      Fungsi politik : berfungsi sebagai kelompok gelisah atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.
Walaupun kemiskinan mempunyai fungsi, bukan berarti manyetujui lembaga tersebut. Tetapi , karena kemiskinan berfungsi maka harus dicarikan fungsi lain sebagai pengganti.

DAFTAR PUSTAKA

e-learning gunadarma

Sabtu, 23 Januari 2016

pertentangan sosial dan integrasi masyarakat

BAB 8.Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

1.      Perbedaan Kepentingan
Pertentangan sosial di dalam masyarakat merupakan salah satu konflik yang biasanya timbul dari berbagai faktor-faktor sosial yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Pertentangan sosial ataupun konflik adalah salah satu konsekuensi dari adanya perbedaan-perbedaan dan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat misalnya peluang hidup, gengsi, hak istimewa, dan gaya hidup
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.

Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya. Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
1.Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
2.Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
3.Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
4.Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
5.Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
6.Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan didalam kelomponya.
7.Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
8.Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Dalam hal diatas menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan suatu konflik. Hal mendasar yang dapat menimbulkan suatu konflik adalah jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan. Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi ada beberapa fase, yaitu Fase Disorganisasi dan Fase.

2. Prasangka, Diskriminasi, dan Ethnosentrisme

a. Prasangka dan diskriminasi
Prasangka dan Diskriminasi dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka mempunyai dasar pribadi, dimana setiap orang memilikinya. Melalui proses belajar dan semakin dewasanya manusia, membuat sikap cenderung membeda-bedakan dan sikap tersebut menjurus kepada prasangka. Apabila individu mempunyai prasangka dan biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang diprasangka. Jika prasangka disertai dengan agresivitas dan rasa permusuhan, biasanya orang yang bersangkutan mencoba mendiskiminasikan pihak-pihak lain yang belum tentu salah, dan akhirnya dibarengi dengan sifat Justifikasi diri, yaitu pembenaran diri terhadap semua tingkah laku diri.

b. Perbedaan Prasangka dan diskriminasi
Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi, prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status sosial bagi suatu individu atau suatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap rasa yang diprasangka.

c. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminatif

1.         Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
Apabila prasangka bisa berkembang lebih jauh sebagai akibat adanya jurang pemisah antara kelompok orang kaya dengan orang miskin.
2.         Bersumber dari faktor kepribadian
Bersifat prasangka merupakan gambaran sifat seseorang. Tipe authorian personality adalah sebagian ciri kepribadian seseorang yang penuh prasangka, dengan ciri-ciri bersifat konservatif dan tertutup.
3.         Perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama.
Banyak sekali konflik yang ditimbulkan karean agama. Seperti yang kita alami sekarang diseluruh penjuru dunia.
Ethnosentrisme,Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Ethnosentrisme merupakan gejala sosial yang universal.Pertentangan-pertentangan sosial/ketegangan dalam masyarakat.
Mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Mengandung tiga taraf :

1.Pada taraf yang terdapat didalam diri seseorang.

2.Pada taraf yang terdapat pada suatu kelompok

3. Pada taraf yang terdapat pada suatu masyarakat.

4. Golongan-golongan Yang Berbeda dan Integrasi Sosial

a.         Masyarakat Majemuk dan National Indonesia terdiri dari :

Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :

1.Suku bangsa dan kebudayaannya.

2. Agama

3. Bahasa

4. Nasional Indonesia.



Faktor-Faktor terjadinya masalah sosial :

1. Faktor Internal: Faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, karena biasanya timbul dari suatu perasaan yang dialami oleh seorang individu itu sendiri.

· Kesadaran diri sebagai makhluk sosial

· Tuntutan kebutuhan

· Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor External: Faktor yang berasal dari luar diri individu itu sendiri, karena biasanya timbul dari suatu masalah yang dialami oleh seorang individu itu sendiri di dalam lingkungan sosialnya.

· Tuntutan perkembangan zaman

· Persamaan kebudayaan

· Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama

· Persaman visi, misi, dan tujuan

· Sikap toleransi

· Adanya kosensus nilai

· Adanya tantangan dari luar



DAFTAR PUSTAKA


Rabu, 20 Januari 2016

rangkaian logika full adder

RANGKAIAN LOGIKA FULL ADDER



     Untuk membuat rangkaian ini saya mengunakan software EAGEL karena lebih mudah dipahami bagi para pemula seperti saya.Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan cara membuat dan komponen yang di gunakan untuk membuat rangakaian logika full adder mengunakan EAGEL.

1. Tampilan awal klik File > New > Schematic 


2. Tampilan utama seperti dibawah ini 


3. Untuk memasukan kompunen-komponen yang di gunakan untuk rangkaian dapat klik 
    klik Edit > Add. 


    Ketika langkah di atas lakukan anda dapat memilih komponen yang digunakan untuk membuat rangkaian.Karena pada kesempatan kali ini saya akan membuat Rangkaian Logika Full Adder makan saya akan memberikan informasi kepada anda komponen yang saya gunakan untuk membuat rangkaian tersebut. 

a. AND 

b. 2-input EXCLUSIV-OR gate ( memiliki lengkungan pada bagian belakang )




c. 2-input OR gate ( tidak memiliki lengkuangan pada bagian belakang )



d. Connectors ( mengalirkan sumber arus )


     Setelah komponen diatas dimasukan maka anda dapat menyambungkan rangkaian anda dengan menggunakan Tools pada bagian kiri anda.berikut ini Tools yang digunakan untuk menyambungkan suatu rangkaian.

1. Wire / Garis / pengawatan ( penghubung komponen )



2. Junction ( acuan untuk mengubungkan komponen dari pengawatan utama )

   
     Ketika komponen dimasukan anda dapat menghubung-hubungkan komponen dengan cara di atas,maka setelah komponen dihubungkan dengan mengunakan perintah yang sudah di berikan maka pada bagian hasil akan terlihat seperti ini.




TERIMA KASIH 
SEMOGA BERMANFAAT 















Kamis, 14 Januari 2016

gambarteknik2


OP-AMP


     Pembuatan rangkaian ini saya mengunakan software EAGEL karena lebih saya mengerti.Software EAGEL digunakan membuat  desain. Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang popular digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika.


Masuk ke software EAGEL dengan klik File>New>Schematic.Menggunakan Schematic karena desain rangkaian lebih rapih dan menu komponen lebih banyak.


     Ketika sudah masuk dalam tampilan EAGEL maka sudah bisa mendesain rangkaian,sebelum anda merangkai harus tau terlebih dahulu komponen yang digunakan untuk merangkai suatu rangkaian ini,berikut ini adalah komponen – komponennya :

  1. Resistor digunakan untuk menahan arus yang mengalir dalam rangkaian listrik ,serta untuk pengahantar pembangkit arus dan tegangan.

   

   2.  Ground digunakan sebagai penghantar arus listrik ke tanah jika terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada konsleting.


3. Konektor digunakan sebagai penghubung antara perangkat satu dengan perangkat yang lainnya.


4.   Amlplifier digunakan sebagai rangkaian komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum).


     5.  VCC digunakan sebagai tegangan satu daya



      Setelah komponen-komponen di atas, di klik OK satu per satu maka anda bisa menghubungkan semua komponen menggunakan Wire karena kegunaannya untuk pengawatan penghubung komponen-komponen.




Kamis, 07 Januari 2016

RANGKAIAN MULTIVIBRATOR MONOSTABIL

MULTIVIBRATOR MONOSTABIL


     Pembuatan rangkaian MULTIVIBRATOR MONOSTABIL ini saya mengunakan software EAGEL karena lebih saya mengerti.Software EAGEL digunakan membuat  desain  dan layout untuk dicetak dalam papan PCB.


      Masuk ke software EAGEL dengan klik File>New>Schematic.Menggunakan Schematic karena desain rangkaian lebih rapih dan menu komponen lebih banyak.


Ketika sudah masuk dalam tampilan EAGEL maka sudah bisa mendesain rangkaian MULTIVIBRATOR MONOSTABIL untuk menambahakan komponen rangkaian anda bisa menggunakan klik Edit>Add.


sebelum anda merangkai harus tau terlebih dahulu komponen yang digunakan untuk merangkai suatu rangkaian ini,berikut ini adalah komponen – komponennya :

1. Resistor digunakan untuk menahan arus yang mengalir dalam rangkaian listrik ,serta untuk       pengahantar pembangkit arus dan tegangan.


2.  Kapasitor digunakan untuk penyimpan energi sementara dalam bentuk medan listrik.


3. Transistor digunakan sebagai menahan sebagian arus yang mengalir.


4    4. Ground digunakan sebagai penghantar arus listrik ke tanah jika terjadi kebocoran isolasi atau percikan     api pada konsleting.

5    
     5. Konektor digunakan sebagai penghubung antara perangkat satu dengan perangkat yang lain.

         
5  6. Power Supply digunakan  untuk memberikan atau menyuplai arus listrik yang sebelumnya diubah dari      bentuk arus listrik.

7      Setelah komponen-komponen di atas, di klik OK satu per satu maka anda bisa menghubungkan semua komponen menggunakan Wire karena kegunaannya untuk penghubung komponen-komponen.


  
     Hasil rangkaian yang sudah di desain menggunakan komponen – komponen tersebut.


Selasa, 22 Desember 2015

bab 7 masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

PENDAHULUAN
Masyarakat berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar hubungan dan antar masyarakat adalah suatu perwujudan kehidupan bersama manusia. Dalam aksi, di dalam masyarakat sebagai suatu lembaga kehidupan manusia berlangsung pula keseluruhan proses perkembangan kehidupan. Dengan demikian masyarakat dapat diartikan sebagai wadah atau medan tempat berlangsungnya antar aksi warga masyarakat itu. Tetapi masyarakat dapat pula diartikan sebagai subyek, yakni sebagai perwujudan warga masyarakat dengan semua sifat (watak) dalam suatu gejala dan manifestasi tertentu atau keseluruhan .
Bagi setiap warga masyarakat akan lebih baik apabila ia mengenal “masyarakat” dimana ia menjadi bagian dari padanya. Lebih dari pada itu, bukanlah seseorang itu adalah warga masyarakat yang sadar atau tidak, selalu terlibat dengan proses dan mekanisme masyarakat itu. Tiap-tiap pribadi tidak saja menjadi warga masyarakat secara pasif, melainkan dalam kondisi-kondisi tertentu ia menjadi warga masyarakat yang aktif. Kedudukan pribadi yang demikian di dalam masyarakat, berlaku dalam arti, baik masyarakat luas maupun masyarakat terbatas, dalam lingkungan tertentu adalah suatu kenyataan bahwa kita hidup, bergaul, bekerja, sampai meninggal dunia, di dalam masyarakat.
Masyarakat sebagai lembaga hidup bersama, bahkan tidak dapat dipisahkan  dari pada warga masyarakatnya dengan segala hubungan dan interaksi yang berlangsung di dalamnya. Begitu juga interaksi yang terjadi di dalam masyarakat primitif (terasing), masyarakat pedesaan, ataupun masyarakat perkotaan. Tiap masyarakat tersebut telah memiliki ciri serta kebudayaan yang merupakan hasil dari masyarakat itu sendiri, baik itu adat istiadat, bahasa ataupun kepercayaan. Kebudayaan yang tinggi atau modern akan mempengaruhi cara pandang (fikir) terhadap kehidupan sehingga memacu rasionalitas dalam menghadapi kehidupan untuk mencapai tingkat peradaban tinggi. Sementara kebudayaan primitif/terasing cenderung irrasional sehingga tidak menghasilkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi


ANALISA


Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif    
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah system semi tertutup (atau semi terbuka) , dimana sebagian besar intereaksi adalah antara individu – individu yang berada dalam kelompok tersebut.umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Syarat-syarat menjadi masyarakat      :
1.      Mematuhi aturan yang dibuat oleh negara
2.      Mematuhi hak dan kewajiban sebagai masyarakat
3.      Melindungi negara ditempat masyarakat tersebut bermukim
4.      Menciptakan lingkungan yang tentram dan damai
Tipe masyarakat          :
1.      Masyarakat kecil yang belum kompleks ,yaitu masyarakat yang belum mengenal pembagian kerja,struktur dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai satu satuan.
2.      Masyarakat yang sudah kompleks,yaitu masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang,karena ilmu pengetahuan sudah maju ,teknologi maju,dan sudah mengenal tulisan.
Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
Ciri – ciri masyarakat kota      :
1.      Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2.      Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik, perbedaan agama dan sebagainya.
3.      Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
4.      pembagian kerja di antAra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
5.      Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
6.      Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
7.      Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
8.      Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa

1. Jumlah dan kepadatan penduduk.

2. Stratifikasi sosial.

3. Pola interaksi sosial.

4. Lingkungan hidup.

5. Corak kehidupan sosial.

6. Solidaritas sosial.

7. Mata pencaharian.

8. Mobilitas sosial .
Hubungan masyarakat desa dan kota
1.      masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda
2.      bersifat ketergantungan
3.      kota tergantung desa dlm memenuhi kebutuhan bahan pangan
4.      desa jg merupakan tenaga kasar pd jenis pekerjaan tertentu
5.      sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa
6.      peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan krj berakibat kepadatan
7.      mereka kelompok para penganggur di desa
Aspek-Aspek Positif dan Negatif
Beberapa aspek positif dan negatif dari masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah sebagai berikut :
1.       Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
2.       Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
3.       Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
4.       Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
5.       Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
unsur dalam lingkungan perkotaan     :
1.     Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.
2.     Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
3.     Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
4.     Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
5.     Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.

Fungsi eksternal kota:
1.      Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
2.      Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
3.      Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
a. Produksi barang dan jasa
b.Terminal dan distribusi barang dan jasa.
4.      Simpul komunikasi regional/global
5.      Satuan fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global.

Masyarakat Pedesaan

Desa, atau udik, menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desaadalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. 


Ciri-ciri Masyarakat Desa

·         Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
·         Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
·         Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
·         Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
·         Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
·         Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
·         Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Ciri – ciri desa             :
1.       desa dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan alam;
2.       iklim dan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap petani sehingga warga desa banvak tergantung pada peruhahan musim;
3.       keluarga desa merupakan unit sosial dan unit kerja;
4.       Jumlah penduduk dan luas wilayah desa tidak begitu besar;
5.       kegiatan ekonomi mayoritas agraris;
6.       masyarakat desa merupakan suatu paguyuban;
7.       proses sosial di desa umumnya berjalan lambat;
8.       warga desa pada umumnva berpendidikan rendah.
Ada beberapa pekerjaan gotong- royonh yaitu :

1.      kerja bakti dalam memberdohkan lingkungan pedesaan
2.      gotong-royong memperbaiki jembatan atau jalan raya
3.      gotong royong dalam membuat rumah
4.      gotong royong apabila tetangga ada yang hajjatan

Sifat dan hakikat masyarakat pedesaan

Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya
adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.

Gejala Masyarakat Pedesaan

Konflik ( Pertengkaran)

Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
Kontraversi (pertentangan)

Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
Kompetisi (Persiapan)

Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan

Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli.Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras.
Tetapi para ahli lebih untuk memberikan perangsang-perangsang yang dapat menarik aktivitas masyarakat pedesaan dan hal ini dipandang sangat perlu. Dan dijaga agar cara dan irama bekerja bisa efektif dan efisien serta continue.

System budaya petani Indonesia        :
1.      Para petani di Indonesia terutama di pulau jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunnyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
2.      Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadnag untuk mencapai kedudukannya.
3.      Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu. Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau mengenang kekayaan masa lampau menanti datangnya kembali sang ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka).
4.      Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali.  Mereka cukup saja menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
5.      Dan unutk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu tergantung kepada sesamanya.

Unsur –unsur desa      :
1.      Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaanya.
2.      Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
3.    Tata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa.



Fungsi desa     :

1.      desa yang merupakan hinterland atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok.

2.      desa ditinjau dari sudut pemberian ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya.

3.      desa dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dll

Perbedaan antara Masyarakat pedesaan dan Masyarakat perkotaan
Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan.Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.
1.      Sederhana
2.      Mudah curiga
3.      Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
4.      Mempunyai sifat kekeluargaan
5.      Lugas atau berbicara apa adanya
6.      Tertutup dalam hal keuangan mereka
7.      Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
8.      Menghargai orang lain
9.      Demokratis dan religius
10.  Jika berjanji, akan selalu diingat

Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:
1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
2.  orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.
DAFTAR PUSTAKA
v-ixio.blogspot.com/2013/01/hubungan-desa-dan-kota.html